1. Unsur Intrinsik dan Ekstrinsik dalam Karya Sastra
Unsur Intrinsik:
1. Tema: Ide atau gagasan utama yang ingin disampaikan oleh penulis.
2. Tokoh: Karakter yang ada dalam cerita, bisa berupa manusia, hewan, atau makhluk lainnya.
3. Alur/Plot: Urutan peristiwa yang membentuk cerita.
4. Latar: Waktu, tempat, dan suasana yang menjadi latar belakang cerita.
5. Sudut Pandang: Posisi penulis dalam menyampaikan cerita.
6. Gaya Bahasa: Cara penulis menggunakan bahasa untuk menyampaikan cerita.
Unsur Ekstrinsik:
1. Biografi Penulis: Latar belakang hidup penulis yang memengaruhi karya sastra.
2. Konteks Sosial: Keadaan sosial dan budaya masyarakat pada saat karya sastra ditulis.
3. Nilai-nilai: Nilai-nilai yang terkandung dalam karya sastra dan relevan dengan kehidupan masyarakat.
4. Sejarah: Peristiwa sejarah yang memengaruhi karya sastra.
5. Budaya: Keadaan budaya masyarakat yang memengaruhi karya sastra.
2. Istilah-Istilah dalam Karya Sastra
A. Cerpen:
1. Protagonis: Tokoh utama yang berperan sebagai penentu jalannya cerita.
2. Antagonis: Tokoh yang menentang protagonis.
3. Plot: Urutan peristiwa dalam cerita.
4. Klimaks: Puncak cerita yang menentukan akhir cerita.
5. Resolusi: Akhir cerita yang memberikan penyelesaian.
B. Drama:
1. Adegan: Bagian dari drama yang menggambarkan suatu peristiwa.
2. Dialog: Percakapan antara tokoh dalam drama.
3. Sutradara: Orang yang mengarahkan jalannya drama.
4. Pantomim: Gerakan tubuh yang digunakan untuk mengungkapkan perasaan.
5. Prolog: Pembukaan drama yang memberikan latar belakang cerita.
C. Puisi:
1. Rima: Kesamaan bunyi pada akhir kata dalam puisi.
2. Irama: Pola bunyi yang dihasilkan oleh kata-kata dalam puisi.
3. Majas: Gaya bahasa yang digunakan untuk memperindah puisi.
4. Imaji: Gambar-gambar yang dihasilkan oleh kata-kata dalam puisi.
5. Tema: Ide atau gagasan utama yang ingin disampaikan dalam puisi.
3. Persamaan dan Perbedaan Pantun dengan Syair
Persamaan:
Keduanya merupakan bentuk puisi lama yang menggunakan bahasa indah dan terikat oleh aturan tertentu.
Perbedaan:
Pantun: Terdiri dari 4 baris dengan pola a-b-a-b, dan biasanya berisi sampiran serta isi.
Syair: Terdiri dari 4 baris dengan pola a-a-a-a, dan biasanya berisi cerita atau nasihat.
4. Majas-Majas dalam Bahasa Indonesia
5. Metafora: Perbandingan yang tidak menggunakan kata "seperti" atau "bagai".
Contoh: Dia adalah matahari bagi keluarganya.
6. Simile: Perbandingan yang menggunakan kata "seperti" atau "bagai".
Contoh: Dia berlari seperti cheetah.
7. Personifikasi: Memberikan sifat manusia kepada benda atau hewan.
Contoh: Matahari tersenyum pagi ini.
8. Hiperbola: Pernyataan yang berlebihan untuk menekankan sesuatu.
Contoh: Aku lapar sekali, bisa makan seekor gajah.
9. Alusio: Pernyataan yang mengacu pada suatu peristiwa atau tokoh terkenal.
Contoh: Dia seperti Hercules dalam mitologi Yunani.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar