Selasa, 28 Oktober 2025

Ulangan 1 TKA



1. Unsur Intrinsik dan Ekstrinsik dalam Karya Sastra




Unsur Intrinsik:


1. Tema: Ide atau gagasan utama yang ingin disampaikan oleh penulis.



2. Tokoh: Karakter yang ada dalam cerita, bisa berupa manusia, hewan, atau makhluk lainnya.



3. Alur/Plot: Urutan peristiwa yang membentuk cerita.



4. Latar: Waktu, tempat, dan suasana yang menjadi latar belakang cerita.



5. Sudut Pandang: Posisi penulis dalam menyampaikan cerita.



6. Gaya Bahasa: Cara penulis menggunakan bahasa untuk menyampaikan cerita.




Unsur Ekstrinsik:


1. Biografi Penulis: Latar belakang hidup penulis yang memengaruhi karya sastra.



2. Konteks Sosial: Keadaan sosial dan budaya masyarakat pada saat karya sastra ditulis.



3. Nilai-nilai: Nilai-nilai yang terkandung dalam karya sastra dan relevan dengan kehidupan masyarakat.



4. Sejarah: Peristiwa sejarah yang memengaruhi karya sastra.



5. Budaya: Keadaan budaya masyarakat yang memengaruhi karya sastra.







2. Istilah-Istilah dalam Karya Sastra




A. Cerpen:


1. Protagonis: Tokoh utama yang berperan sebagai penentu jalannya cerita.



2. Antagonis: Tokoh yang menentang protagonis.



3. Plot: Urutan peristiwa dalam cerita.



4. Klimaks: Puncak cerita yang menentukan akhir cerita.



5. Resolusi: Akhir cerita yang memberikan penyelesaian.




B. Drama:


1. Adegan: Bagian dari drama yang menggambarkan suatu peristiwa.



2. Dialog: Percakapan antara tokoh dalam drama.



3. Sutradara: Orang yang mengarahkan jalannya drama.



4. Pantomim: Gerakan tubuh yang digunakan untuk mengungkapkan perasaan.



5. Prolog: Pembukaan drama yang memberikan latar belakang cerita.




C. Puisi:


1. Rima: Kesamaan bunyi pada akhir kata dalam puisi.



2. Irama: Pola bunyi yang dihasilkan oleh kata-kata dalam puisi.



3. Majas: Gaya bahasa yang digunakan untuk memperindah puisi.



4. Imaji: Gambar-gambar yang dihasilkan oleh kata-kata dalam puisi.



5. Tema: Ide atau gagasan utama yang ingin disampaikan dalam puisi.







3. Persamaan dan Perbedaan Pantun dengan Syair




Persamaan:

Keduanya merupakan bentuk puisi lama yang menggunakan bahasa indah dan terikat oleh aturan tertentu.


Perbedaan:


Pantun: Terdiri dari 4 baris dengan pola a-b-a-b, dan biasanya berisi sampiran serta isi.


Syair: Terdiri dari 4 baris dengan pola a-a-a-a, dan biasanya berisi cerita atau nasihat.






4. Majas-Majas dalam Bahasa Indonesia



5. Metafora: Perbandingan yang tidak menggunakan kata "seperti" atau "bagai".

Contoh: Dia adalah matahari bagi keluarganya.



6. Simile: Perbandingan yang menggunakan kata "seperti" atau "bagai".

Contoh: Dia berlari seperti cheetah.



7. Personifikasi: Memberikan sifat manusia kepada benda atau hewan.

Contoh: Matahari tersenyum pagi ini.



8. Hiperbola: Pernyataan yang berlebihan untuk menekankan sesuatu.

Contoh: Aku lapar sekali, bisa makan seekor gajah.



9. Alusio: Pernyataan yang mengacu pada suatu peristiwa atau tokoh terkenal.

Contoh: Dia seperti Hercules dalam mitologi Yunani.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar

5 soal LATIHAN TKA tentang Karya Tulus Ilmiah

 1. Apa yang dimaksud dengan abstrak dalam karya tulis ilmiah? A) Bagian pendahuluan yang menjelaskan latar belakang penelitian B) Ringkasan...