A. MENGUBAH PETIKAN CERPEN MENJADI TEKS PROSEDUR
★ Pengertian Teks Prosedur
Teks prosedur adalah jenis teks yang menyampaikan langkah-langkah mengerjakan sesuatu secara sistematis dan berurutan, biasanya menggunakan kalimat perintah dan angka untuk memudahkan pemahaman. Tujuan teks prosedur adalah membantu pembaca memahami dan mengikuti langkah-langkah dengan jelas.
Contoh prosedur sederhana pada infografik berikut.
Dalam cerita kalian kadang menjumpai paragraf yang memuat prosedur atau urutan melakukan sesuatu. Kalian dapat mengubah paragraf paragraf tersebut menjadi teks prosedur. Perubahannya dapat kalian amati seperti pada contoh di bawah ini.
Memberi Makan dan Minum Sapi
a. Peralatan
1) Parang yang tajam
2) Alas mencacah
3) Ember
b. Bahan
1) Rumput
2) Air hangat
3) Garam
c. Langkah-langkah
1) pilah rumput dengan cermat, siapa tahu ada benda berbahaya yang dapat tertelan oleh sapi.
2) cacah rumput dengan parang. Ukuran cacahan tergantung usia sapi. Untuk sapi dewasa ukuran cacah kira-kira 10 cm.
3) Letakkan Dua ember di depan sapi. Satu untuk wadah rumput dan untuk wadah air minum.
4) isi ember pertama dengan cacahan rumput.
5) isi ember kedua dengan air hangat yang dibutuhkan sedikit garam.
B. MENCERMATI PROSES PENYERAPAN KOSA KATA BAHASA INDONESIA
1. Bahasa Indonesia berkembang dengan menyerap kosakata dari bahasa daerah dan bahasa asing.
2. Proses penyerapan terjadi lewat perdagangan, penjajahan, penyebaran agama, dan pergaulan antarbangsa.
3. Bahasa yang paling besar pengaruhnya: Bahasa Sanskerta dan Bahasa Melayu.
4. Kosakata serapan ada yang masuk langsung, ada juga yang berubah bunyi, tulisan, atau makna.
5. Contoh kata serapan: angka, duta, angkasa, permata, negeri, memanah, bahwa, serigala.
C. MENDAPATKAN INFORMASI Dari Teks PROSEDUR
Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Tingkatkan Literasi Masyarakat:
Pendidikan adalah sarana utama untuk meningkatkan standar hidup manusia, dan pemerintah mendukung program pendidikan melalui fasilitas seperti perpustakaan umum.
TBM adalah perpustakaan skala kecil (sudut baca, rumah baca, rumah pintar) yang berfungsi mempromosikan kebiasaan membaca.
TBM menyediakan ruang untuk membaca, berdiskusi, serta dilengkapi bahan bacaan seperti buku, majalah, tabloid, surat kabar, komik, dan materi multimedia, didukung oleh motivator.
TBM bertujuan membantu pengembangan masyarakat di daerah yang sulit dijangkau oleh lembaga pendidikan formal dan perpustakaan umum.
Pengelola atau petugas perpustakaan mini di masjid tidak hanya menjaga koleksi, tetapi juga mengembangkan kegiatan untuk meningkatkan minat baca. Data menunjukkan bahwa Taman Bacaan Masyarakat (TBM) sering menempati ruang seadanya dan 50% di antaranya tidak untuk belajar. Kendala lain yang dihadapi TBM meliputi kehilangan koleksi, kesulitan pengadaan dan pembuatan program karena kurangnya dana, serta kurangnya kesadaran masyarakat untuk menggunakan TBM. Inovasi yang dilakukan TBM masih terbatas pada promosi lisan, selebaran/poster, atau informasi langsung ke masyarakat.
prosedur mendirikan taman bacaan masyarakat
Berikut ini adalah prosedur yang ditetapkan Kabupaten Pasuruan Provinsi Jawa Timur.
a. Persyaratan:
1. Proposal permohonan
2. Profil lembaga
3. Surat pernyataan siap melaksanakan program
4. Susunan pengurus
5. Denah lokasi
6. Data peserta didik
7. Dokumen hak kepemilikan/status tanah/bangunan
b. Sistem, Mekanisme, dan Prosedur:
1. Pemohon mengajukan surat permohonan izin melalui layanan pelanggan (CS) dengan mengisi formulir permohonan.
2. Setelah formulir terisi, pemohon menyerahkan formulir dan berkas terkait kepada CS untuk pengecekan kelengkapan.
3. apabila berkas lengkap, CS mengisi formulir tanda terima dan mencatat permohonan.
4. Kasi (Kepala Seksi) Pelayanan memverifikasi berkas permohonan untuk mengecek kelengkapan dan kebenaran berkas permohonan.
5. Staff pelayanan verifikasi mencatat berkas permohonan yang masuk.
6. Staf pemrosesan mencatat permohonan untuk proses izin dan membuat draft surat undangan meninjau lapangan.
7. Kasih pemrosesan berkoordinasi dengan tim teknis dan menjadwalkan tinjauan lapangan.
8. Melakukan peninjauan lokasi di lapangan bersama tim teknis.
9. Membuat berita acara tinjauan lapangan.
10. Verifikasi hasil berita acara peninjauan.
11. Dinas teknis menerbitkan rekomendasi.
12. Mencetak draft SK izin, para persetujuan oleh kasih pelayanan, kasih pemrosesan, Kepala Bidang, dan sekretaris.
13. Kepala Dinas menerima berkas permohonan izin dan draft SK Izin Untuk ditandatangani.
14. Staf pemrosesan menerima, meregister, dan memberi nomor SK izin yang sudah ditandatangani.
15. CS menerima SK izin yang telah selesai diproses.
16. Pemohon menerima SK izin yang telah selesai diproses melalui cs.
c.keterangan
1. Waktu penyelesaian proses adalah dua puluh hari.
2. Tidak dipungut biaya.
3. Produk pelayanan adalah Izin Operasional Taman Bacaan Masyarakat (TBM).
catatan:
Proses pembuatan izin operasional tersebut dilakukan jika pengelola taman bacaan ingin melambangkan TBM menjadi badan hukum resmi.
Rumah baca pribadi atau komunitas bisa pula didirikan secara tidak formal oleh perorangan atau komunitas, bertempat di rumah atau tempat masing-masing. Pengelolaan pun dilakukan secara pribadi dengan melibatkan para sukarelawan.
Persyaratan yang dilakukan lebih sederhana, meliputi:
a. Surat permohonan izin kepada RT atau RW setempat,
b. Koleksi buku dan tempat yang memadai untuk membaca dan berkegiatan baik
c. Tata tertib rumah baca dan
d. Rancangan kegiatan rumah baca yang dikelola dengan baik.
D. MENCERMATI TEKS PROSEDUR BERUPA INFOGRAFIK
Salah satu kendala yang dihadapi oleh rumah baca adalah kurangnya minat masyarakat. Artinya, masyarakat tidak tertarik membaca koleksi bukunya dan enggan beraktivitas di sana. Kemungkinan lain, pengunjung tidak dibekali cara membaca yang menyenangkan.
Langkah berikut ini dapat dipajang di dinding rumah baca, di kelas. bahkan di kamar kalian
E. MEMBACA NYARING TEKS BERTEMA BUKU
Untuk membaca nyaring dengan baik, kalian dapat menerapkan langkah. langkah berikut.
1. Bacalah dalam hati teks yang hendak dibaca nyaring, tandai pemenggalan kata dan kalimatnya.
2. Berdiri atau duduklah dengan tegak. 3
. Lakukan pemanasan dengan melafalkan "a-i-u-e-o" dengan berbagai bentuk bibir.
4. Bacalah setiap kata dan kalimat dengan intonasi yang sesuai. Teks "Kota Tanpa Buku" mengajak pembaca berbincang dan mengajukan berbagai pertanyaan. Jadi, kalian dapat membacanya seolah sedang berbicara dengan seorang teman.
5. Perhatikan tanda baca, lafalkan setiap kalimat 'sesuai dengan tanda bacanya.
6. Ucapkan setiap kata dan kalimat dengan jelas dan dengan volume suara sedang.
F. MEMPRAKTIKKAN PROSEDUR MEMBUAT POSTER
Salah satu media promosi yang efektif adalah poster. Informasi dapat disampaikan melalui gambar yang menarik dan teks yang menggugah
G. MEMPRAKTIKKAN PROSEDUR WAWANCARA
Salah satu bentuk percakapan yang dilakukan antara dua orang adalah wawancara.
Agar wawancara berjalan dengan baik, lakukan prosedur berikut ini.
1. Tentukan tema wawancara.
2. Pelajari masalah yang berkaitan dengan tema wawancara.
3. Buat garis besar pertanyaan yang akan diajukan. Jika perlu, kirimkan pertanyaan tersebut terlebih dulu kepada narasumber.
4. Tentukan narasumber, carilah informasi tentang narasumber tersebut.
5. Buatlah janji dengan narasumber yang akan diwawancarai.
6. Siapkan peralatan wawancara, misalnya buku untuk mencatat atau alat perekam.
7. Mintalah izin pada narasumber bahwa wawancara akan direkam.
8. Mulailah dengan memperkenalkan diri baru mengajukan pertanyaan.
9. Catatlah hal-hal penting yang disampaikan narasumber. Biasakan membuat catatan singkat, walau alat perekam tersedia.
10. Buatlah laporan hasil wawancara. Laporan wawancara penting untuk memeriksa informasi yang sudah diperoleh dan belum diperoleh.
H. TEKS PROSEDUR
Jadilah sukarelawan TBM kolong!
TBM kolong adalah taman bacaan yang didirikan di kolong Jalan layangan Ciputat untuk menambah minat baca dan memberikan kegiatan positif untuk anak-anak Mari ikut serta dalam kegiatan TBM kolong dan berbagi senyum, keceriaan, serta kebahagiaan pada anak-anak.
*Prosedur menjadi sukarelawan*
1. mengisi formulir biodata sukarelawan
2. mengisi formulir kesediaan menjadi sukarelawan
3. melampirkan identitas diri (KTP atau kartu pelajar dan foto 3 * 4 dua lembar)
4. melakukan presentasi singkat dihadapan sukarelawan lain tentang motivasi menjadi sukarelawan TBM
5. menjalankan tugas sebagai sukarelawan
6. menghadiri rapat evaluasi dan menerima masukan dari sukarelawan lain
7. menerima surat tugas sebagai sukarelawan
8. menjalankan tugas sesuai jadwal yang telah disepakati
Tugas sukarelawan
1. Datang sebelum kegiatan dimulai yaitu pukul 12.00 WIB
2. mengikuti penjelasan tentang kegiatan sebelum acara
3. berperan dalam kegiatan yang dilaksanakan TBM kolong
4. menjaga dan memandu anak-anak di TBM kolong
5. bersedia menjadi pengisi acara meliputi pembawa acara, pendongeng fasilitator, tim dokumentasi, dan lain-lain.
Informasi tambahan
Sukarelawan membawa buku cerita anak tipis (di bawa hanya saat pertama kali datang) .
perincian kegiatan di TBM akan diinformasikan saat sukarelawan hadir di TBM. Untuk konfirmasi kehadiran dan informasi lebih lanjut Silahkan hubungi 08113322 2
Relawan atau Sukarelawan?
Dalam pemakaian bahasa Indonesia sehari-hari sering kita temukan penggunaan kata relawan dan sukarelawan penggunaan kedua kata ini menyebabkan pertanyaan bentuk manakah yang benar dalam hal ini kita perlu memahami bahwa imbuhan '-wan' berasal dari bahasa Sansekerta. Imbuhan itu digunakan bersama kata nomina
Teks tersebut menjelaskan tentang imbuhan '-wan' dalam bahasa Indonesia. Imbuhan ini awalnya berarti 'orang yang memiliki benda seperti yang disebutkan pada kata dasar', contohnya bangsawan (memiliki bangsa), hartawan (memiliki harta), dan rupawan (memiliki rupa elok).
Seiring perkembangannya, arti imbuhan '-wan' meluas menjadi 'orang yang ahli dalam bidang' seperti ilmuwan, negarawan, dan fisikawan. Selain itu, imbuhan ini juga digunakan untuk menyatakan 'orang yang berprofesi dalam bidang' seperti olahragawan, peragawan, dan usahawan.
Penting untuk dicatat bahwa imbuhan '-wan' umumnya dilekatkan pada kata benda (nomina) dan tidak pernah dilekatkan pada kata kerja (verba). Oleh karena itu, penggunaan kata 'relawan' dianggap tidak tepat karena berasal dari kata dasar 'sukarela' yang seharusnya menjadi 'sukarelawan', sesuai dengan Kamus Besar Bahasa Indonesia. Bentuk yang benar untuk 'pirsawan' (dari kata kerja 'pirsa') adalah 'pemirsa'.
I. MENYIMAK VIDEO ATAU TEKS PROSEDUR YANG DIBICARAKAN
Bacalah buku bertema kepemimpinan atau ke sukarelawan. Kalian bisa mendapatkannya melalui taman bacaan, perpustakaan toko buku, maupun mengunduhnya melalui internet.
Kalian bisa mencari buku elektronik melalui internet Kalian dapat memanfaatkan laman pencari buku, Misalnya Google Books.
Ada buku yang ditampilkan halaman per halaman secara keseluruhan Ada pula yang ditampilkan sebagian titik 4 judul buku(sekola rimpa, laskar pelangi, negri 5 menara gempa literasi) di atas juga dapat kalian cari melalui laman pencari buku tersebut.
Jika buku tidak ditemukan, kalian dapat mengumpulkan 10 kisah kepemimpinan ataukah sukarelawan melalui media massa atau internet untuk dijadikan bahan bacaan.
J. MEMPRAKTIKKAN PROSEDUR MENULIS ESAI
menjelaskan langkah-langkah dalam menulis esai, yang merupakan tulisan membahas suatu tema dari sudut pandang pribadi penulis. Langkah-langkahnya meliputi:
1. Riset:
Melakukan pengamatan di lingkungan sekitar untuk menemukan hal yang menjadi perhatian atau keprihatinan, seperti masalah gawai pada anak SD atau pengelolaan sampah.
2. Mengumpulkan Rujukan:
Mengumpulkan data dari berbagai sumber seperti pendapat orang tua, guru, buku, atau pengalaman orang lain yang relevan dengan topik.
3. Menyusun Outline
: Membuat kerangka esai dengan urutan latar belakang, informasi/rujukan, pendapat penulis, dan kesimpulan.
4. Menulis Esai:
Menulis esai berdasarkan informasi dan rujukan yang terkumpul, dengan struktur pembuka, isi, dan penutup. Bagian isi memuat gagasan dan sudut pandang penulis.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar