Rabu, 27 Agustus 2025

Contoh kata dalam paragraf

 


1. *Kata Benda: Pulpen*

Kalimat: Pulpen adalah alat yang digunakan untuk menulis.

Paragraf: Pulpen adalah alat yang digunakan untuk menulis dengan tinta yang mengalir. Biasanya pulpen memiliki desain yang stylish dan nyaman dipegang. Ketika digunakan, pulpen dapat menghasilkan tulisan yang tajam dan konsisten. Pulpen sering dipakai oleh profesional untuk menandatangani dokumen penting.


2. *Kata Kerja: Mencatat*

Kalimat: Saya suka mencatat dengan pulpen di buku catatan saya.

Paragraf: Saya suka mencatat dengan pulpen di buku catatan saya. Mencatat menggunakan pulpen terasa lebih permanen dan profesional. Saat mencatat, tinta pulpen akan meninggalkan bekas yang jelas pada kertas. Pulpen juga memberikan kesan yang lebih formal saat mencatat, sehingga banyak digunakan dalam situasi resmi.


3. *Kata Sifat: Mewah*

Kalimat: Pulpen ini memiliki desain yang mewah sehingga terlihat elegan.

Paragraf: Pulpen ini memiliki desain yang mewah sehingga terlihat elegan dan berkelas. Karena desainnya yang mewah, pulpen ini cocok digunakan sebagai hadiah atau sebagai alat tulis sehari-hari yang memberikan kesan eksklusif. Bentuknya yang ramping dan material yang berkualitas membuat pulpen ini menjadi pilihan utama bagi mereka yang menghargai estetika.


4. *Kata Keterangan: Selalu*

Kalimat: Saya selalu menggunakan pulpen saat menandatangani dokumen penting.

Paragraf: Saya selalu menggunakan pulpen saat menandatangani dokumen penting. Pulpen memberikan kesan yang profesional dan formal, sehingga sangat cocok untuk situasi resmi. Selain itu, pulpen juga selalu siap digunakan tanpa perlu khawatir kehabisan tinta secara tiba-tiba. Kebiasaan menggunakan pulpen membuat saya lebih percaya diri saat menangani dokumen penting.


5. *Kata Depan: Pada*

Kalimat: Pulpen biasanya diletakkan pada meja kerja saya.

Paragraf: Pulpen biasanya diletakkan pada meja kerja saya agar mudah dijangkau saat diperlukan. Pada meja kerja, pulpen juga menjadi bagian dari dekorasi yang menambah kesan profesional. Ketika tidak digunakan, pulpen bisa disimpan pada tempatnya untuk menjaga kebersihan dan kerapihan. Menyimpan pulpen pada tempat yang tepat membuatnya tetap dalam kondisi baik dan siap digunakan kapan saja.

Selasa, 26 Agustus 2025

Jenis - jenis paragraf

 


a. Persuasif

Mari kita biasakan membuang sampah pada tempatnya. Dengan kebiasaan sederhana ini, lingkungan menjadi bersih, sehat, dan nyaman. Jika kita semua disiplin, bukan hanya kesehatan yang terjaga, tetapi juga keindahan sekitar akan tetap lestari. Jadi, mulailah dari diri sendiri untuk membuang sampah pada tempatnya!


b. Narasi

Pagi itu, matahari baru saja muncul di ufuk timur. Dina bergegas mengenakan seragamnya, lalu pamit kepada ibunya untuk berangkat ke sekolah. Di jalan, ia bertemu sahabatnya, Rani, dan mereka pun berjalan bersama sambil bercanda. Suasana pagi yang cerah membuat langkah mereka semakin ringan.


c. Argumentasi

Belajar sejak dini sangat penting karena dapat melatih kedisiplinan dan tanggung jawab. Anak-anak yang terbiasa belajar teratur akan lebih siap menghadapi ujian dan tantangan di masa depan. Sebaliknya, menunda belajar hanya akan menumpuk kesulitan dan menimbulkan rasa malas. Oleh karena itu, membiasakan belajar sejak dini jelas membawa banyak manfaat.


d. Deskripsi

Pantai itu begitu indah dengan pasir putih yang lembut menyelimuti tepian laut. Airnya jernih, memantulkan cahaya biru kehijauan yang menenangkan. Di kejauhan, ombak kecil berkejaran sambil menghasilkan suara merdu. Udara segar bercampur aroma laut menambah kesejukan suasana.


e. Eksposisi

Fotosintesis adalah proses yang dilakukan tumbuhan hijau untuk menghasilkan makanan sendiri. Proses ini memerlukan sinar matahari, air, dan karbon dioksida. Daun yang mengandung klorofil berperan penting dalam menangkap cahaya matahari. Hasil dari fotosintesis adalah glukosa sebagai sumber energi dan oksigen yang bermanfaat bagi makhluk hidup.

Rabu, 20 Agustus 2025

Rangkuman Bab 2 Buku - buku Berbicara

 A. MENGUBAH PETIKAN CERPEN MENJADI TEKS PROSEDUR 


★ Pengertian Teks Prosedur

Teks prosedur adalah jenis teks yang menyampaikan langkah-langkah mengerjakan sesuatu secara sistematis dan berurutan, biasanya menggunakan kalimat perintah dan angka untuk memudahkan pemahaman. Tujuan teks prosedur adalah membantu pembaca memahami dan mengikuti langkah-langkah dengan jelas. 

Contoh prosedur sederhana pada infografik berikut.


Dalam cerita kalian kadang menjumpai paragraf yang memuat prosedur atau urutan melakukan sesuatu. Kalian dapat mengubah paragraf paragraf tersebut menjadi teks prosedur. Perubahannya dapat kalian amati seperti pada contoh di bawah ini.


Memberi Makan dan Minum Sapi


a. Peralatan
    1) Parang yang tajam
    2) Alas mencacah
    3) Ember
b. Bahan
     1) Rumput
     2) Air hangat
     3) Garam
c. Langkah-langkah
     1) pilah rumput dengan cermat, siapa tahu                    ada benda berbahaya yang dapat tertelan                  oleh sapi.
     2) cacah rumput dengan parang. Ukuran                         cacahan tergantung usia sapi. Untuk sapi                   dewasa ukuran cacah kira-kira 10 cm.
     3) Letakkan Dua ember di depan sapi. Satu                     untuk wadah rumput dan untuk wadah air               minum.
     4) isi ember pertama dengan cacahan rumput.
     5) isi ember kedua dengan air hangat yang                     dibutuhkan sedikit garam.

 


B. MENCERMATI PROSES PENYERAPAN KOSA KATA BAHASA INDONESIA 

1. Bahasa Indonesia berkembang dengan menyerap kosakata dari bahasa daerah dan bahasa asing.


2. Proses penyerapan terjadi lewat perdagangan, penjajahan, penyebaran agama, dan pergaulan antarbangsa.


3. Bahasa yang paling besar pengaruhnya: Bahasa Sanskerta dan Bahasa Melayu.


4. Kosakata serapan ada yang masuk langsung, ada juga yang berubah bunyi, tulisan, atau makna.


5. Contoh kata serapan: angka, duta, angkasa, permata, negeri, memanah, bahwa, serigala.





C. MENDAPATKAN INFORMASI Dari Teks PROSEDUR 

Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Tingkatkan Literasi Masyarakat:
Pendidikan adalah sarana utama untuk meningkatkan standar hidup manusia, dan pemerintah mendukung program pendidikan melalui fasilitas seperti perpustakaan umum.
TBM adalah perpustakaan skala kecil (sudut baca, rumah baca, rumah pintar) yang berfungsi mempromosikan kebiasaan membaca.
TBM menyediakan ruang untuk membaca, berdiskusi, serta dilengkapi bahan bacaan seperti buku, majalah, tabloid, surat kabar, komik, dan materi multimedia, didukung oleh motivator.
TBM bertujuan membantu pengembangan masyarakat di daerah yang sulit dijangkau oleh lembaga pendidikan formal dan perpustakaan umum.

Pengelola atau petugas perpustakaan mini di masjid tidak hanya menjaga koleksi, tetapi juga mengembangkan kegiatan untuk meningkatkan minat baca. Data menunjukkan bahwa Taman Bacaan Masyarakat (TBM) sering menempati ruang seadanya dan 50% di antaranya tidak untuk belajar. Kendala lain yang dihadapi TBM meliputi kehilangan koleksi, kesulitan pengadaan dan pembuatan program karena kurangnya dana, serta kurangnya kesadaran masyarakat untuk menggunakan TBM. Inovasi yang dilakukan TBM masih terbatas pada promosi lisan, selebaran/poster, atau informasi langsung ke masyarakat.

prosedur mendirikan taman bacaan masyarakat
Berikut ini adalah prosedur yang ditetapkan Kabupaten Pasuruan Provinsi Jawa Timur. 

a. Persyaratan:
1. Proposal permohonan
2. Profil lembaga
3. Surat pernyataan siap melaksanakan program
4. Susunan pengurus
5. Denah lokasi
6. Data peserta didik
7. Dokumen hak kepemilikan/status tanah/bangunan

b. Sistem, Mekanisme, dan Prosedur:
1. Pemohon mengajukan surat permohonan izin melalui layanan pelanggan (CS) dengan mengisi formulir permohonan.
2. Setelah formulir terisi, pemohon menyerahkan formulir dan berkas terkait kepada CS untuk pengecekan kelengkapan.
3. apabila berkas lengkap, CS mengisi formulir tanda terima dan mencatat permohonan.
4. Kasi (Kepala Seksi) Pelayanan memverifikasi berkas permohonan untuk mengecek kelengkapan dan kebenaran berkas permohonan.
5. Staff pelayanan verifikasi mencatat berkas permohonan yang masuk. 
6. Staf pemrosesan mencatat permohonan untuk proses izin dan membuat draft surat undangan meninjau lapangan. 
7. Kasih pemrosesan berkoordinasi dengan tim teknis dan menjadwalkan tinjauan lapangan. 
8. Melakukan peninjauan lokasi di lapangan bersama tim teknis. 
9. Membuat berita acara tinjauan lapangan. 
10. Verifikasi hasil berita acara peninjauan. 
11. Dinas teknis menerbitkan rekomendasi. 
12. Mencetak draft SK izin, para persetujuan oleh kasih pelayanan, kasih pemrosesan, Kepala Bidang, dan sekretaris. 
13. Kepala Dinas menerima berkas permohonan izin dan draft SK Izin Untuk ditandatangani. 
14. Staf pemrosesan menerima, meregister, dan memberi nomor SK izin yang sudah ditandatangani.
15. CS menerima SK izin yang telah selesai diproses. 
16. Pemohon menerima SK izin yang telah selesai diproses melalui cs. 

c.keterangan
1. Waktu penyelesaian proses adalah dua puluh hari.
2. Tidak dipungut biaya.
3. Produk pelayanan adalah Izin Operasional Taman Bacaan Masyarakat (TBM). 

catatan:
Proses pembuatan izin operasional tersebut dilakukan jika pengelola taman bacaan ingin melambangkan TBM menjadi badan hukum resmi.
Rumah baca pribadi atau komunitas bisa pula didirikan secara tidak formal oleh perorangan atau komunitas, bertempat di rumah atau tempat masing-masing. Pengelolaan pun dilakukan secara pribadi dengan melibatkan para sukarelawan.
Persyaratan yang dilakukan lebih sederhana, meliputi:
a. Surat permohonan izin kepada RT atau RW setempat, 
b. Koleksi buku dan tempat yang memadai untuk membaca dan berkegiatan baik 
c. Tata tertib rumah baca dan 
d. Rancangan kegiatan rumah baca yang dikelola dengan baik.


D. MENCERMATI TEKS PROSEDUR BERUPA INFOGRAFIK 

Salah satu kendala yang dihadapi oleh rumah baca adalah kurangnya minat masyarakat. Artinya, masyarakat tidak tertarik membaca koleksi bukunya dan enggan beraktivitas di sana. Kemungkinan lain, pengunjung tidak dibekali cara membaca yang menyenangkan.

Langkah berikut ini dapat dipajang di dinding rumah baca, di kelas. bahkan di kamar kalian


E. MEMBACA NYARING TEKS BERTEMA BUKU

Untuk membaca nyaring dengan baik, kalian dapat menerapkan langkah. langkah berikut.

1. Bacalah dalam hati teks yang hendak dibaca nyaring, tandai pemenggalan kata dan kalimatnya.

2. Berdiri atau duduklah dengan tegak. 3

. Lakukan pemanasan dengan melafalkan "a-i-u-e-o" dengan berbagai bentuk bibir.

4. Bacalah setiap kata dan kalimat dengan intonasi yang sesuai. Teks "Kota Tanpa Buku" mengajak pembaca berbincang dan mengajukan berbagai pertanyaan. Jadi, kalian dapat membacanya seolah sedang berbicara dengan seorang teman.

5. Perhatikan tanda baca, lafalkan setiap kalimat 'sesuai dengan tanda bacanya.

6. Ucapkan setiap kata dan kalimat dengan jelas dan dengan volume suara sedang.



F. MEMPRAKTIKKAN PROSEDUR MEMBUAT POSTER

Salah satu media promosi yang efektif adalah poster. Informasi dapat disampaikan melalui gambar yang menarik dan teks yang menggugah


G. MEMPRAKTIKKAN PROSEDUR WAWANCARA 


Salah satu bentuk percakapan yang dilakukan antara dua orang adalah wawancara.

Agar wawancara berjalan dengan baik, lakukan prosedur berikut ini.

1. Tentukan tema wawancara.

2. Pelajari masalah yang berkaitan dengan tema wawancara.

3. Buat garis besar pertanyaan yang akan diajukan. Jika perlu, kirimkan pertanyaan tersebut terlebih dulu kepada narasumber.

4. Tentukan narasumber, carilah informasi tentang narasumber tersebut.

5. Buatlah janji dengan narasumber yang akan diwawancarai.

6. Siapkan peralatan wawancara, misalnya buku untuk mencatat atau alat perekam.

7. Mintalah izin pada narasumber bahwa wawancara akan direkam.

8. Mulailah dengan memperkenalkan diri baru mengajukan pertanyaan.

9. Catatlah hal-hal penting yang disampaikan narasumber. Biasakan membuat catatan singkat, walau alat perekam tersedia.

10. Buatlah laporan hasil wawancara. Laporan wawancara penting untuk memeriksa informasi yang sudah diperoleh dan belum diperoleh.




H. TEKS PROSEDUR 

Jadilah sukarelawan TBM kolong!
TBM kolong adalah taman bacaan yang didirikan di kolong Jalan layangan Ciputat untuk menambah minat baca dan memberikan kegiatan positif untuk anak-anak Mari ikut serta dalam kegiatan TBM kolong dan berbagi senyum, keceriaan, serta kebahagiaan pada anak-anak. 
*Prosedur menjadi sukarelawan* 
1. mengisi formulir biodata sukarelawan
2. mengisi formulir kesediaan menjadi sukarelawan
3. melampirkan identitas diri (KTP atau kartu pelajar dan foto 3 * 4 dua lembar) 
4. melakukan presentasi singkat dihadapan sukarelawan lain tentang motivasi menjadi sukarelawan TBM 
5. menjalankan tugas sebagai sukarelawan 
6. menghadiri rapat evaluasi dan menerima masukan dari sukarelawan lain 
7. menerima surat tugas sebagai sukarelawan 
8. menjalankan tugas sesuai jadwal yang telah disepakati

Tugas sukarelawan
1. Datang sebelum kegiatan dimulai yaitu pukul 12.00 WIB
2. mengikuti penjelasan tentang kegiatan sebelum acara
3. berperan dalam kegiatan yang dilaksanakan TBM kolong
4. menjaga dan memandu anak-anak di TBM kolong
5. bersedia menjadi pengisi acara meliputi pembawa acara, pendongeng fasilitator, tim dokumentasi, dan lain-lain.

Informasi tambahan
Sukarelawan membawa buku cerita anak tipis (di bawa hanya saat pertama kali datang) .
 perincian kegiatan di TBM akan diinformasikan saat sukarelawan hadir di TBM. Untuk konfirmasi kehadiran dan informasi lebih lanjut Silahkan hubungi 08113322 2
Relawan atau Sukarelawan?

Dalam pemakaian bahasa Indonesia sehari-hari sering kita temukan penggunaan kata relawan dan sukarelawan penggunaan kedua kata ini menyebabkan pertanyaan bentuk manakah yang benar dalam hal ini kita perlu memahami bahwa imbuhan '-wan' berasal dari bahasa Sansekerta. Imbuhan itu digunakan bersama kata nomina
Teks tersebut menjelaskan tentang imbuhan '-wan' dalam bahasa Indonesia. Imbuhan ini awalnya berarti 'orang yang memiliki benda seperti yang disebutkan pada kata dasar', contohnya bangsawan (memiliki bangsa), hartawan (memiliki harta), dan rupawan (memiliki rupa elok).
Seiring perkembangannya, arti imbuhan '-wan' meluas menjadi 'orang yang ahli dalam bidang' seperti ilmuwan, negarawan, dan fisikawan. Selain itu, imbuhan ini juga digunakan untuk menyatakan 'orang yang berprofesi dalam bidang' seperti olahragawan, peragawan, dan usahawan.
Penting untuk dicatat bahwa imbuhan '-wan' umumnya dilekatkan pada kata benda (nomina) dan tidak pernah dilekatkan pada kata kerja (verba). Oleh karena itu, penggunaan kata 'relawan' dianggap tidak tepat karena berasal dari kata dasar 'sukarela' yang seharusnya menjadi 'sukarelawan', sesuai dengan Kamus Besar Bahasa Indonesia. Bentuk yang benar untuk 'pirsawan' (dari kata kerja 'pirsa') adalah 'pemirsa'.


I. MENYIMAK VIDEO ATAU TEKS PROSEDUR YANG DIBICARAKAN

Bacalah buku bertema kepemimpinan atau ke sukarelawan. Kalian bisa mendapatkannya melalui taman bacaan, perpustakaan toko buku, maupun mengunduhnya melalui internet.
 Kalian bisa mencari buku elektronik melalui internet Kalian dapat memanfaatkan laman pencari buku, Misalnya Google Books. 
Ada buku yang ditampilkan halaman per halaman secara keseluruhan Ada pula yang ditampilkan sebagian titik 4 judul buku(sekola rimpa, laskar pelangi, negri 5 menara gempa literasi) di atas juga dapat kalian cari melalui laman pencari buku tersebut.
Jika buku tidak ditemukan, kalian dapat mengumpulkan 10 kisah kepemimpinan ataukah sukarelawan melalui media massa atau internet untuk dijadikan bahan bacaan. 



J. MEMPRAKTIKKAN PROSEDUR MENULIS ESAI

menjelaskan langkah-langkah dalam menulis esai, yang merupakan tulisan membahas suatu tema dari sudut pandang pribadi penulis. Langkah-langkahnya meliputi:
1. Riset:
Melakukan pengamatan di lingkungan sekitar untuk menemukan hal yang menjadi perhatian atau keprihatinan, seperti masalah gawai pada anak SD atau pengelolaan sampah.
2. Mengumpulkan Rujukan:
Mengumpulkan data dari berbagai sumber seperti pendapat orang tua, guru, buku, atau pengalaman orang lain yang relevan dengan topik.
3. Menyusun Outline
: Membuat kerangka esai dengan urutan latar belakang, informasi/rujukan, pendapat penulis, dan kesimpulan.
4. Menulis Esai:
Menulis esai berdasarkan informasi dan rujukan yang terkumpul, dengan struktur pembuka, isi, dan penutup. Bagian isi memuat gagasan dan sudut pandang penulis.






Rabu, 06 Agustus 2025

Strategi Belajar Efektif untuk Menjemput Sukses di Masa Depan




Setiap orang tentu ingin sukses di masa depan, baik dalam pendidikan, karier, maupun kehidupan secara umum. Namun, kesuksesan tidak datang dengan sendirinya. Dibutuhkan usaha, kerja keras, dan yang paling penting: cara belajar yang tepat. Belajar bukan hanya soal menghafal pelajaran, tapi bagaimana kita membentuk kebiasaan, membangun karakter, dan terus berkembang.


Berikut ini adalah berbagai strategi belajar efektif yang bisa membantu kamu meraih kesuksesan di masa depan:

*1. Tetapkan Tujuan Belajar yang Jelas*

Langkah awal yang penting dalam belajar adalah mengetahui apa tujuanmu. Apakah kamu ingin mendapatkan nilai terbaik? Menguasai keterampilan tertentu? Atau mempersiapkan diri untuk karier di masa depan? Tujuan yang spesifik dan terukur akan membuat kamu lebih fokus dan termotivasi.

- Misalnya, bukan sekadar "ingin pintar", tapi "ingin bisa membuat program komputer sederhana dalam 3 bulan".


*2. Buat Jadwal Belajar yang Konsisten*

Belajar tidak akan efektif jika dilakukan secara sembarangan. Disiplin waktu adalah kunci. Buat jadwal belajar yang teratur setiap hari atau minggu. Belajar secara konsisten lebih efektif daripada belajar semalam suntuk (sistem kebut semalam).

- Jangan lupa sisipkan waktu istirahat agar otak tetap segar dan tidak kelelahan.


*3. Gunakan Metode Belajar Aktif dan Sesuai Gaya Kamu*

Setiap orang punya gaya belajar yang berbeda. Ada yang suka membaca, mendengarkan, menulis, atau praktik langsung. Temukan metode belajar yang cocok untukmu, seperti:

- Mind mapping untuk merangkum materi.

- Flashcards untuk menghafal istilah.

- Diskusi kelompok untuk memperdalam pemahaman.

- Mengajar orang lain untuk menguji seberapa paham kamu terhadap materi.

- Mengerjakan soal latihan untuk melatih kemampuan dan menemukan kelemahan.


*4. Gunakan Sumber Belajar yang Beragam*

Manfaatkan berbagai sumber belajar, seperti:

- Buku pelajaran

- Video edukasi

- Aplikasi belajar

- Kursus online

- Podcast dan artikel

Menggunakan berbagai sumber akan memperluas cara pandangmu dan membuat belajar lebih menarik serta tidak membosankan.


*5. Belajar dari Kesalahan*

Kesalahan adalah bagian dari proses belajar. Jangan takut salah. Justru dari kesalahan, kita bisa tahu apa yang harus diperbaiki. Evaluasi kesalahanmu dan jadikan sebagai bahan pembelajaran agar ke depannya kamu bisa lebih baik.


*6. Aktif Bertanya dan Berdiskusi*

Jika ada materi yang sulit, jangan diam saja. Bertanyalah kepada guru, teman, atau mentor. Berdiskusi dengan orang lain bisa membuka wawasan baru dan memperkuat pemahaman kamu terhadap suatu topik.


*7. Tetap Termotivasi dan Berpikir Positif*

Motivasi adalah bahan bakar dalam proses belajar. Kamu bisa tetap termotivasi dengan:

- Mengingat tujuan awalmu.

- Melihat sejauh mana kemajuanmu.

- Memberi penghargaan kecil untuk diri sendiri setelah menyelesaikan tugas atau ujian.

Jangan lupa untuk berpikir positif, karena pikiran yang optimis akan membantumu terus maju meskipun menghadapi kesulitan.


*8. Cari Mentor atau Pembimbing*

Memiliki seseorang yang bisa membimbing kamu akan sangat membantu. Seorang mentor bisa memberi arahan, berbagi pengalaman, dan membantu kamu menemukan solusi atas hambatan yang kamu hadapi.


*9. Kembangkan Soft Skill Sejak Dini*

Kesuksesan tidak hanya ditentukan oleh nilai akademis, tapi juga oleh soft skill, seperti:

- Kemampuan komunikasi

- Kerja sama tim

- Berpikir kritis

- Manajemen waktu

- Kemampuan menyelesaikan masalah

Kamu bisa melatihnya melalui kegiatan organisasi, projek kelompok, atau aktivitas sukarela.


*10. Jaga Kesehatan dan Pola Hidup Seimbang*

Belajar akan lebih efektif jika kamu dalam kondisi fisik dan mental yang sehat. Jadi, jangan lupakan:

- Tidur yang cukup

- Makan makanan bergizi

- Olahraga secara rutin

- Istirahat yang cukup agar tidak stres

Tubuh dan pikiran yang sehat akan membantu kamu fokus dan lebih mudah menyerap pelajaran.


*11. Tetap Fleksibel dan Adaptif*

Tidak semua rencana berjalan sesuai harapan. Karena itu, penting untuk tetap fleksibel dan mampu beradaptasi dengan perubahan. Jika metode belajar tertentu tidak cocok, cobalah metode lain. Jika ada tantangan baru, cari cara baru untuk menghadapinya.


*Kesimpulan*


Belajar bukan hanya kewajiban siswa, tapi bekal utama untuk masa depan. Dengan menetapkan tujuan yang jelas, belajar secara konsisten, memanfaatkan teknologi, aktif bertanya, dan menjaga semangat serta kesehatan, kamu sedang membangun fondasi untuk sukses.


Ingat, masa depan adalah milik mereka yang mempersiapkannya hari ini. Jadi, mulailah belajar dengan serius dan cerdas mulai sekarang. Sukses bukan soal siapa yang paling pintar, tapi siapa yang paling berusaha dan tidak menyerah.

Rangkuman BAB 1 Demi Keluarga

 

MATERI KELAS 9 BAB 1 Demi Keluarga


A. Memahami Isi Teks Deskripsi 

Teks deskripsi adalah teks yang menggambarkan suatu objek, tempat, atau suasana secara rinci dan detail, sehingga pembaca seolah-olah bisa melihat, merasakan, dan mendengar apa yang digambarkan. Teks ini memuat unsur emosi dan sering menggunakan majas untuk memperkuat kesan serta membuat pembaca merasa terlibat dalam peristiwa dan perasaan yang disampaikan oleh penulis.


B. Memahami Sudut Pandang dalam Teks Deskripsi 

Sudut Pandang dalam teks deskripsi bisa dilihat dari kejadian yang dialami secara terperinci dari cerita tersebut agar pembaca seolah-olah ikut mengalaminya. Selain itu juga menceritakan perasaan ya. Dia menempatkan diri sebagai pelaku utama dan menggunakan kata ganti "Aku" Atau "saya" dalam memberikan gambaran tentang perasaannya. Dalam Menulis, bisa disebut dengan istilah Sudut Pandang orang pertama.

Contoh: 

1. Amarah mencengkeramku

2. Aku benar-benar siap meledak

3. Aku merasakan deru jantungku kian kencang

Tokoh "aku" hanya mengetahui pikiran dan perasaannya sendiri tokoh ini tidak mengetahui apa yang dipikirkan dan dirasakan tokoh lain dalam peristiwa tersebut.

Contoh:

1. "Justru kalian yang memulai. aku akan tidak mengganggu," bisikku kaku 


C. Memahami konjungsi dalam Teks Deskripsi 

Konjungsi bisa disebut juga kata hubung. Konjungsi adalah menghubungkan kata dengan kata, kalimat dengan kalimat, juga serta paragraf dengan paragraf. 

Contoh:

● lusa akan ada kenduri di rumah Pakde. Karena itu ke rumahnya harus dibersihkan.


D. Menyimak konjungsi dalam Teks Deskripsi Berupa Lirik Lagu

Lagu bisa digunakan untuk menggambarkan peristiwa dan perasaan. Untuk memahaminya, lakukan langkah-langkah berikut:

1. Dengarkan lagu dengan saksama dan tanpa mencatat.

2. Diskusikan makna lagu bersama teman.

3. Dengarkan kembali lagu, catat kalimat penting dan kata hubung (konjungsi).

4. Perhatikan apakah ada makna baru setelah menyimak dua kali, dan apakah terdapat kata hubung.

Tujuan kegiatan ini adalah melatih kemampuan menyimak, memahami makna lagu, serta mengenali dan menganalisis penggunaan konjungsi dalam teks deskriptif berupa lirik lagu.


E. Menggunakan Kosakata Serapan Bahasa Derah dan Bahasa Asing dalam Teks Deskripsi 

Saat membaca, Mungkin kalian menemukan kata yang tidak biasa digunakan dalam percakapan sehari-hari, misalnya kata serapan dari bahasa daerah dan bahasa asing. Kata-kata tersebut biasanya digunakan karena belum ada padanan katanya dalam bahasa Indonesia yang dapat mendeskripsikan maknanya secara tepat.


F. Memahami Kohesi dan Koherensi dalam Teks Deskripsi

Agar paragraf menjadi baik dan mudah dipahami, paragraf harus memiliki kohesi dan koherensi.

1. Kohesi

Kohesi adalah hubungan antarkalimat dalam satu paragraf agar terasa menyatu. Ciri-ciri kohesi antara lain:

• Mengandung satu gagasan utama.

• Kalimat-kalimat saling berhubungan dengan gagasan utama.

• Ada penggunaan pengulangan kata, konjungsi (kata hubung), kata ganti orang (seperti: dia, mereka), dan kata ganti tunjuk (seperti: ini, itu).

Contoh Kohesi:

> Dendeng yang ada di piringku kurang menarik, padahal dendeng balado buatan Ibu sangat lezat. Biasanya makanku selalu bertambah kalau Ibu membuat lauk ini.

Teks di atas menggunakan:

• Pengulangan kata: dendeng

• Kata ganti tunjuk: ini

• Konjungsi: padahal


2. Koherensi

Koherensi adalah kepaduan makna antar kalimat. Kalimat-kalimat dalam paragraf harus saling berkaitan secara logis dan mendukung satu gagasan utama.

Contoh Koherensi:

> Garis keturunan dan kelompok masyarakat yang menjadi inti dari sistem kekerabatan matrilineal di Minangkabau ini adalah perut. Maksudnya, alur lahir yang menghubungkan mereka adalah tali persaudaraan.

Teks tersebut memiliki koherensi karena makna antar kalimat saling berkaitan dan membentuk satu kesatuan topik.

Contoh: Paragraf yang Tidak Memiliki Kohesi dan Koherensi

> Saat mempelajari sensus penduduk, aku dan teman-teman di kelas berlatih mengisi formulir. Banyak kolom yang harus kami isi, terutama nama ayah dan ibu. Aku ingat ada teman sekelas di sekolah dasar yang baru pindah dari sekolah lain. Namanya panjang, termasuk nama keluarga dan gelar kebangsawanan. Aku berpikir, alangkah repotnya mengisikan nama sepanjang itu di formulir.

Masalahnya:

Tidak memiliki kohesi, karena terdapat dua gagasan utama: (1) sensus penduduk, dan (2) pengalaman di sekolah dasar.

Tidak memiliki koherensi, karena kalimat tidak saling berkaitan secara makna.


G. Memahami Deskripsi Visul dalam Infografik

Infografik adalah penyajian informasi dalam bentuk visual yang menarik dan mudah dipahami. Informasi yang ditampilkan bisa berupa teks dan gambar, serta dipadukan dengan warna dan komposisi yang menarik. Infografik bertujuan menyampaikan informasi secara jelas, ringkas, dan mudah dimengerti oleh pembaca.





Selasa, 05 Agustus 2025

Teks Laporan Hasil Observasi


 TEKS LAPORAN HASIL OBSERVASI


Teks laporan hasil observasi merupakan teks laporan yang memuat klasifikasi mengenai jenis suatu berdasarkan kriteria. Tujuan teks ini adalah melaporkan hasil observasi secara sistematis dan objektif berupa hasil pengamatan untuk memecahkan suatu persoalan atau menguji suatu hipotesis.


a. Struktur Teks

Struktur teks laporan hasil observasi terdiri atas deskripsi umum, deskripsi bagian, dan deskripsi manfaat.

1. Deskripsi Umum, merupakan bagian pembuka yang berisi pengertian akan sesuatu yang dibahas atau diamati.

2. Deskripsi Bagian, berisi gambaran tentang sesuatu yang diamati secara rinci. 

3. Deskripsi Manfaat, berisi Manfaat atau kegunaan dari hal yang dilaporkan


b. Kaidah Kebahasaan

Unsur kebahasaan yang terdapat dalam teks laporan hasil observasi diantaranya adanya pengulangan (repetisi), kata ganti (pronomina), dan kata penghubung (transisi) . 

1. Pengulangan adalah pengulangan kata kunci yang ada di dalam teks. 

2. Kata ganti atau pronomina merupakan kata yang digunakan untuk menggantikan benda dan menamai seseorang atau suatu secara tidak langsung. misalnya, nama orang(fira) diganti dengan pronomina Persona ia atau dia. 

3. Kata transisi adalah kata dalam bahasa Indonesia yang menghubungkan suatu gagasan dengan gagasan lainnya. Misalnya Oleh karena itu, dengan demikian, di samping itu.

Laporan Hasil Pengamatan

 


Laporan Pengamatan Kucing


Tujuan:

Untuk mengetahui kebiasaan dan tingkah laku kucing peliharaan di rumah.


Hasil Pengamatan:

Saya mengamati seekor kucing peliharaan di rumah. Kucing ini warnanya putih dengan sedikit belang hitam di punggung dan ekornya. Matanya berwarna hijau, dan dia punya kumis panjang serta telinga yang selalu bergerak-gerak kalau mendengar suara.


Kucing ini biasanya makan dua kali sehari, pagi dan sore. Makanan favoritnya adalah ikan rebus dan makanan kucing kalengan. Kalau lapar, dia suka mengeong sambil mendekati orang di rumah.


Tingkah lakunya lucu. Di pagi hari dia aktif, suka lari-larian, naik ke kursi atau main dengan benda kecil seperti karet atau bola. Tapi siang sampai sore, dia lebih banyak tidur. Pagi hari, dia juga suka berjemur di bawah sinar matahari.


Kucing ini jinak dan suka dielus, terutama di bagian kepala. Dia sering duduk dekat orang dan seolah-olah ingin diajak ngobrol.


Kesimpulan:

Kucing adalah hewan peliharaan yang lucu dan menyenangkan. Dia nggak ribet dirawat, tapi tetap butuh perhatian dan kasih sayang. Kucing bisa jadi teman yang baik di rumah.

Laporan Teks Percobaan

 


LAPORAN HASIL PERCOBAAN

Judul:

Mencampurkan Gula ke dalam Air Panas dan Air Dingin


Tujuan Percobaan:

Untuk mengetahui perbedaan kecepatan larutnya gula dalam air panas dan air dingin.


Alat dan Bahan:


2 gelas bening


Air panas secukupnya


Air dingin secukupnya


2 sendok makan gula pasir


2 sendok teh


Stopwatch (bisa pakai jam)



Langkah-Langkah Percobaan:


1. Siapkan dua gelas. Gelas pertama diisi air panas, gelas kedua diisi air dingin dengan jumlah air yang sama.



2. Masukkan satu sendok makan gula ke masing-masing gelas secara bersamaan.



3. Aduk kedua gelas dengan kecepatan yang sama.



4. Catat waktu yang dibutuhkan sampai gula larut sempurna di masing-masing gelas.




Hasil Pengamatan:


Gula lebih cepat larut di air panas.


Di air dingin, gula larut lebih lama walaupun diaduk sama cepatnya.


Warna air menjadi bening setelah gula larut.



Kesimpulan:

Gula lebih cepat larut dalam air panas daripada dalam air dingin. Ini terjadi karena suhu panas membuat molekul air bergerak lebih cepat, sehingga membantu melarutkan gula dengan lebih efisien.

SOAL UJIAN FORMATIF 1



Laporan Teks Hasil Percobaan


Soal 1

Tujuan utama dari teks laporan hasil percobaan adalah untuk...

A. Menghibur pembaca

B. Menjelaskan suatu kejadian fiksi

C. Menyampaikan hasil dari suatu percobaan

D. Menyampaikan pendapat pribadi

Jawab: C. Menyampaikan hasil dari suatu percobaan



Soal 2

Struktur utama dari teks laporan hasil percobaan adalah...

A. Orientasi – Komplikasi – Resolusi

B. Pendahuluan – Isi – Penutup

C. Tujuan – Alat dan bahan – Langkah – Hasil – Kesimpulan

D. Deskripsi umum – Deskripsi bagian

Jawab: C. Tujuan - Alat dan bahan - Langkah - Hasil - Kesimpulan 





Soal 3

Bagian “alat dan bahan” dalam teks laporan hasil percobaan berisi tentang...

A. Proses pengerjaan

B. Hasil yang diperoleh

C. Tujuan dari percobaan

D. Segala sesuatu yang diperlukan dalam percobaan

Jawab: D. Segala sesuatu yang diperlukan dalam percobaan




Soal 4

Pernyataan berikut bukan ciri teks laporan hasil percobaan adalah...

A. Berisi fakta

B. Disusun secara sistematis

C. Mengandung pendapat penulis

D. Dapat diuji kembali

Jawab: C. Mengandung pendapat penulis




Soal 5

Yang termasuk bahasa ilmiah dalam teks laporan hasil percobaan adalah...

A. Wah, solusinya bening banget!

B.sepertinya lingkungannya bagus deh

C.Larutan terlihat jernih dan tidak berwarna

D.Aku suka hasil larutan ini

Jawab: C. Larutan terlihat jernih dan tidak berwarna 





Soal 6

Teks laporan hasil percobaan dibuat berdasarkan...

A. Imajinasi penulis

B. Data pengamatan

C. Perasaan pribadi

D. Cerita pengalaman

Jawab: B. Data pengamatan 




Soal 7

Kalimat yang tepat untuk bagian tujuan percobaan adalah...

A. Percobaan ini menyenangkan dilakukan

B. Tujuan percobaan ini adalah mengetahui pengaruh suhu terhadap kelarutan garam

C. Suhu udara mempengaruhi kelarutan garam

D. Menurut saya, percobaan ini penting

Jawab: B. Tujuan percobaan ini adalah mengetahui pengaruh suhu terhadap kelaruran garam



Soal 8

Dalam teks laporan hasil percobaan, bagian hasil berisi...

A. Kesimpulan akhir percobaan

B. Ringkasan keseluruhan isi laporan

C. Data yang diperoleh dari percobaan

D. Harapan penulis

Jawab: C. Data yang diperoleh dari percobaan




Soal 9

Langkah pertama sebelum menulis teks laporan hasil percobaan adalah...

A. Menyalin hasil orang lain

B. Melakukan observasi atau eksperimen

C. Menentukan genre tulisan

D. Membuat tokoh cerita

Jawab: B. Melakukan observasi atau eksperimen



Soal 10

Percobaan harus dilakukan dengan...

A. Tergesa-gesa

B. Sembarangan

C. Terencana dan sesuai prosedur

D. Berdasarkan tebakan

Jawab: C. Terencana dan sesuai prosedur




Soal 11

Kalimat berikut yang sesuai dengan kaidah teks laporan hasil percobaan adalah...

A. Saya kira hasilnya akan bagus

B. Airnya keren banget

C. Warna larutan berubah menjadi merah setelah ditambahkan indikator

D. Wah, ini luar biasa!

 Jawab: C. Warna larutan berubah menjadi merah setelah ditambahkan indikator


Soal 12

Apa yang dimaksud dengan larutan jenuh?

A. Larutan yang tidak bisa diminum

B. Larutan dengan kadar zat terlarut maksimal yang dapat larut

C. Larutan yang tidak memiliki zat terlarut

D. Larutan yang tidak berwarna

Jawab: B. Larutan dengan kadar zat terlarut maksimal yang dapat larut



Soal 13

Manakah dari pernyataan berikut yang bukan fungsi teks laporan hasil percobaan?

A. Mencatat hasil eksperimen

B. Menyampaikan cerita fantasi

C. Sebagai rujukan ilmiah

D. Melatih berpikir kritis

Jawab: B. Menyampaikan cerita fantasi


Soal 14

Yang termasuk dalam unsur kebahasaan teks laporan hasil percobaan adalah...

A. Kalimat tanya

B. Majas hiperbola

C. Kalimat aktif dan kata teknis

D. Kalimat pasif penuh emosi

Jawab: C. Kalimat aktif dan kata teknis



Soal 15

Berikut ini adalah contoh alat dalam percobaan membuat larutan gula, kecuali...

A. Gula pasir

B. Sendok

C. Air

D. Buku cerita

Jawab: D. Buku cerita




Soal 16

“Semakin banyak gula yang ditambahkan, rasa larutan semakin manis.” Kalimat ini merupakan bagian dari...

A. Tujuan

B. Hasil

C. Kesimpulan

D. Prosedur

Jawab: C. Kesimpulan 



Soal 17

Pernyataan berikut yang merupakan fakta adalah...

A. Larutan ini pasti enak

B. Menurut saya, warnanya menarik

C. Suhu air yang digunakan adalah 90°C

D. Rasanya seperti permen

Jawab: C. Suhu air yang digunakan adalah 90°C



Soal 18

Jenis teks ini banyak digunakan dalam pelajaran...

A. Bahasa

B. Matematika

C. Ilmu Pengetahuan Alam (IPA)

D. Kesenian

Jawab: C. Ilmu Pengetahuan Alam (IPA)



Soal 19

Apa tujuan dari menyusun laporan hasil percobaan secara sistematis?

A. Agar terlihat panjang

B. Supaya mudah dipahami dan bisa diulang

C. Agar hasilnya sama persis

D. Untuk menghibur pembaca

Jawab: B. Supaya mudah dipahami dan bisa diulang



Soal 20

Teks laporan hasil percobaan termasuk jenis teks...

A. Naratif

B. Eksplanasi

C. Deskriptif

D. Informatif

Jawab: B. Eksplanasi 






5 soal LATIHAN TKA tentang Karya Tulus Ilmiah

 1. Apa yang dimaksud dengan abstrak dalam karya tulis ilmiah? A) Bagian pendahuluan yang menjelaskan latar belakang penelitian B) Ringkasan...